Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kasih

... MEHMED ALI AGCA ...

Gambar
KALERDER LITURGI - 170625 Matius 5:43-45 **Oleh Mell Goa** Bacaan Injil hari ini, nyaris sama ... Setidaknya senada dengan Bacaan Injil kemarin. Ajaran Tuhan Yesus serasa aneh, ora umum .... Mungkin juga mustahil bin mustajab .... Klo kemarin Tuhan Yesus bersabda : bila ditampar pipi kananmu, berilah pipi kirimu .... Nah, giliran sekarang lebih parah dari itu : "Kasihilah musuh-musuhmu" Wadaaauw .... Ini ajaran super nyleneh bin aneh .... Mungkin hanya orang suci level dewa yang mampu melakukan itu ....   Aneh, ... Musuh koq dikasihi .... Ga masuk akal lah ....🤕 --darah tertumpah di Lapangan St. Petrus------ Tanggal 13 Mei 1981 Dunia gempar .... Bapa Suci Paus Yohanes II ditembak dalam jarak dekat saat perarakan di Lapangan St.Petrus. Meski upaya pembunuhan itu gagal, tetapi Bapa Suci terluka parah.... Tentu Gereja Katolik berduka .... Darah muda kita bergolak ...., kalau saja mungkin kita akan remukkan kepala iblis musuh kita itu .... MEHMED ALI AGCA warga negara Turki yang...

Robek-Robeklah Hatimu ..!

Gambar
Sabtu, 03 Maret 2018 dikirim oleh Budhi Wibisono  Baca: Yoel 2:11-17 Nas : Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. (Yoel 2:13) Ada berbagai macam ekspresi dan tindakan orang yang menyesal. Ada yang diam meratapi diri, ada yang menangis sejadi-jadinya, ada yang memohon ampun kepada orang yang disakiti, dan sebagainya. Di Alkitab kita mendapati orang Israel, mulai dari raja, nabi, sampai orang biasa, yang menyesal dan mengakui dosa. Salah satu ekspresi yang mereka lakukan adalah mengoyakkan pakaian. Melalui tindakan itu, mereka mengakui keberadaan diri, ketidaklayakan, dan dosa mereka di hadapan Allah yang Mahakudus. Namun, dalam nubuatan Nabi Yoel, Tuhan menggunakan istilah yang berbeda; bukan mengoyakkan pakaian, melainkan mengoyakkan hati (ay. 13). Sebuah terjemahan menuliskan demikian: “Biarkan hatimu yang hancur menunjukka...

Sing WARAS, NGALAH..!!

Gambar
dikirim oleh Gerardus Palendeng Murid Ini Menjawab 3x7 = 21, Tapi Malah Dihukum Cambuk 10 Kali. Alasan Sang Guru Sangat Mengharukan dan layak direnungkan. "Siapa Yang Benar" Alkisah, hidup seorang guru yang sangat dihormati karena tegas & jujur. Suatu hari, 2 muridnya menghadap guru. Mereka bertengkar hebat & nyaris beradu fisik. Keduanya berdebat tentang hasil hitungan 3 x 7. Murid pandai mengatakan hasilnya 21. Murid bodoh bersikukuh hasilnya 27. Murid bodoh menantang murid pandai supaya gurunya menilai siapa yang benar diantara mereka. Murid bodoh mengatakan : “Jika saya yang benar 3 x 7= 27, maka kamu harus mau dicambuk 10 kali oleh Guru. Tetapi kalau kamu yang benar (3 x 7 = 21), maka saya bersedia untuk memenggal kepala saya sendiri. Haaaaaa…hhaa..” Demikian si bodoh menantang dengan sangat yakin akan pendapatnya. “Katakan guru, mana yang benar?” Tanya murid bodoh. Ternyata guru memvonis cambuk 10x bagi murid yang pandai (yang menjaw...

Telur Dadar GOSONG

Gambar
dikirim oleh Yetty Setiap hari, ibu selalu menyediakan kami  sarapan dan makan malam. Suatu malam,  ibu menghidangkan masakan sayur lodeh dan telur dadar yg gosong di depan meja ayah. Saat itu saya menunggu apa reaksi ayah dari sajian ibu. Ternyata yg dilakukan ayah adalah menyantap makanan yg disajikan sambil tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah. Saya tdk ingat apa yg dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya  menikmati lauk telor dadar yg gosong. Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah krn telor dadar yg gosong itu. Satu hal yg tdk pernah saya lupakan adalah apa yg ayah katakan, “Sayang, jangan khawatir, aku suka telor dadar yg gosong”. Sebelum tidur, saya pergi utk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah. Saya bertanya apakah ayah benar² menyukai telor dadar gosong? Ayah memeluk saya erat dg kedua lengannya yg kekar dan berkata, “Nak, ibumu sudah bekerja keras sepanja...

Cinta Tentara Bayaran

Gambar
Spiritualitas Mahatma Gandhi Oleh Albertus Patty Di saat kita saling membenci karena perbedaan suku, agama dan karena perlakukan orang lain terhadap kita, respon Mahatma Gandhi patut kita teladani. Gandhi memiliki spiritualitas keagamaan yaitu kekuatan jiwa yang memampukannya menaklukan kebencian, dan mencintai siapa pun, termasuk yang memusuhinya. Inilah ucapan tulus Gandhi: "Cintaku bukanlah eksklusif. Aku tidak bisa mencintai orang Islam atau Hindu dan membenci orang Inggris. Sebab jika aku mencintai hanya orang Hindu dan Islam lantaran cara-cara mereka secara keseluruhan menyenangkan bagiku, aku akan segera mulai membenci mereka ketika cara-cara mereka mengecewakanku, yang bisa saja mereka lakukan setiap saat. Mencintai berdasarkan kebaikan orang-orang yang engkau cintai tak ada bedanya dengan tentara bayaran." Spiritualitas agama seperti Gandhi adalah harta berharga yang hilang lenyap yang harus kita temukan kembali. Salam!